LDII Sarolangun Gelar Pengajian Hybrid, Serukan Ibadah Konkret lewat Peduli Lingkungan dan Sosial

 

Sarolangun (27/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun menyelenggarakan pengajian rutin bulanan secara hybrid, menggaungkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan solidaritas sosial sebagai bagian integral dari ibadah. Kegiatan yang diikuti seluruh jajaran PC dan PAC LDII se-kabupaten ini berlangsung pada Selasa (27/1) malam.

Pengajian dipandu oleh Ustaz Abdul Qodir yang memulai acara dengan absensi dan penyampaian informasi penting bagi warga LDII Sarolangun. Ia menekankan agar peserta mengikuti kajian dengan sungguh-sungguh. “Ini kesempatan yang kita gelar sebulan sekali. Walaupun dilaksanakan secara online, mari kita ikuti pengajian ini dengan baik, didengarkan dan diperhatikan,” ujarnya.

Materi utama disampaikan oleh Ustaz Hariyono yang mengajak peserta disiplin dan bertanggung jawab mengikuti acara hingga akhir, meski dilaksanakan secara virtual. Dalam penyampaiannya, UstaiHariyono menyatakan bahwa hakikat penciptaan manusia tidak hanya untuk beribadah mahdhah (langsung kepada Allah), tetapi juga untuk saling tolong menolong.

“Ikutilah pengajian ini dengan tertib sampai selesai, jangan pulang duluan, walaupun kita tidak tatap muka langsung. Selanjutnya, dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai hamba Allah mempunyai kewajiban membantu yang lemah dan meringankan beban orang lain,” tegasnya.

Disesi penutup, sekaligus pembinaan mental dan spiritual, Dewan Penasihat DPD LDII Sarolangun, Arfiyudi Eka Saputra, SE., ME., mengingatkan pentingnya senantiasa bersyukur. Arfiyudi juga menegaskan bahwa mencari rezeki adalah penunjang kelancaran ibadah. Ia juga menghimbau warga untuk aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

“Mumpung kita diberikan nikmat, maka supaya kita syukuri, agar ditambah lagi nikmat yang Allah berikan. Apabila ada kegiatan lingkungan supaya bisa membantu, karena itu bentuk toleransi kita kepada tetangga,” himbaunya.

Dengan analogi “pagar mangkok lebih kuat daripada pagar tembok”, Arfiyudi menutup dengan pesan kuat tentang pentingnya membangun hubungan baik yang inklusif dengan seluruh tetangga tanpa pilih kasih. Pengajian hybrid bulanan ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah islamiyah dan kontribusi nyata LDII dalam membangun keharmonisan sosial dan lingkungan di Sarolangun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *