Menyemai Benih Ilmu: MUI Kerinci Kaderisasi Imam dan Khatib Lewat Diklat Intensif

Kerinci (24/1). Sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kualitas para pemimpin ibadah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kerinci menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Ulama Angkatan I bagi Imam dan Khatib. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (24/1/2026) tersebut diikuti dengan antusias oleh 30 orang peserta dari berbagai penjuru Kerinci termasuk Ustaz Ahmad Sobri, seorang Tokoh LDII Kecamatan Kayu Aro, bertempat di Aula LP2M IAIN Kerinci Kampus 2 Sungai Liuk.

Prof. Dr Usman Yahya, M.Ag, Ketua MUI Kabupaten Kerinci dalam sambutannya menegaskan peran strategis yang diemban oleh imam dan khatib, yang jauh melampaui tugas ritual semata. “Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, MUI memiliki peran sebagai penuntun moral dan penjaga akidah. Peran itu dijalankan salah satunya melalui figur imam dan khatib di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya memimpin shalat, tetapi lebih dari itu, harus menjadi teladan dalam menyampaikan dakwah yang menyejukkan, mencerdaskan, serta menjadi perekat persatuan dan kerukunan umat,” ujarnya membuka acara.

Diklat ini juga menghadirkan pemateri kompeten, yaitu Buya Sijum Latief, S.Ag., M.Pd. Prof. Lebih lanjut, Usman dalam paparannya menekankan pentingnya pondasi keilmuan yang kokoh dipadukan dengan pemahaman sosial.

“Seorang khatib harus menguasai ilmu agama dengan mendalam, tetapi juga mampu membaca konteks masyarakatnya. Khutbah harus disampaikan secara komunikatif dan moderat, agar pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin benar-benar sampai,” jelasnya.

Sementara itu, Buya Sijum Latief menyoroti aspek metodologi dan relevansi. Ia membawakan materi seputar teknik dakwah yang efektif dan cara menyusun khutbah Jumat yang kontekstual. “Imam dan khatib adalah ujung tombak pembinaan umat di akar rumput. Mereka bukan sekadar juru bicara, tapi juga problem solver dengan pendekatan keagamaan yang solutif dan membumi,” tutur Buya Sijum.

Materi yang diberikan dalam diklat ini komprehensif, mencakup penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, fiqih ibadah praktis, teknik penyusunan khutbah, hingga etika dakwah yang inklusif. Tak hanya teori, para peserta juga terlibat aktif dalam sesi diskusi dan praktik langsung menyampaikan khutbah, yang mendapat masukan konstruktif dari para pemateri.

Kehadiran Ustaz Ahmad Sobri selaku Tokoh LDII dan Pengurus MUI Kecamatan Kayu Aro turut menyemarakkan acara, menandakan dukungan menyeluruh dari struktur organisasi. Melalui diklat perdana ini, Ustaz Sobri berharap MUI Kabupaten Kerinci dapat mencetak kader ulama.

“Kami berharap, imam dan khatib yang tidak hanya kompeten secara ilmu, tetapi juga berakhlak mulia, sehingga mampu menjadi pilar penjaga kerukunan dan pencerah spiritual masyarakat Kerinci. Semoga kegiatan serupa akan terus dilanjutkan untuk angkatan-angkatan berikutnya,” harap pria murah senyum itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *