Hasan Basri Harahap Ajak Generasi Muda Jauhi Geng Motor, Pencak Silat Jadi Wadah Pembinaan Karakter

Kota Jambi (31/10). Kepedulian terhadap masa depan generasi muda tidak cukup hanya diwujudkan melalui nasihat, tetapi juga harus disertai kegiatan positif yang mampu mengarahkan potensi dan energi mereka. Hal inilah yang menjadi perhatian H. Hasan Basri Harahap, Tokoh Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, dalam mendorong pembinaan generasi muda melalui olahraga pencak silat.

Menurut Hasan Basri, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri atau sarana meraih prestasi. Lebih dari itu, pencak silat dapat menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengendalian diri bagi kalangan remaja.

Ia menilai, di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, diperlukan kegiatan yang mampu mengarahkan mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif, seperti geng motor, tawuran, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, maupun perilaku menyimpang lainnya.

“Anak-anak muda ini sebenarnya memiliki energi, semangat, dan potensi yang besar. Tinggal bagaimana kita mengarahkan mereka. Jangan sampai waktu dan tenaga mereka justru habis untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Lebih baik disibukkan dengan kegiatan positif, salah satunya berlatih pencak silat,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov IPSI Jambi itu

Pandangan tersebut sejalan dengan semangat pembinaan generasi muda yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan akhlak dan kepribadian. Melalui latihan pencak silat, para remaja dibiasakan untuk disiplin, menghormati pelatih, menaati aturan, menghargai sesama, serta mampu mengendalikan emosi.

Hasan Basri menegaskan, kemampuan bela diri harus diiringi dengan sikap dan perilaku yang baik. Seorang pesilat tidak seharusnya menggunakan kemampuannya untuk mencari masalah, melakukan kekerasan, atau menunjukkan kesombongan. Sebaliknya, ilmu bela diri harus menjadi bekal untuk menjaga diri, membantu sesama, dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat.

“Jangan sampai anak-anak yang belajar pencak silat justru menjadi orang yang suka berkelahi. Kita ingin mereka menjadi pribadi yang kuat, tetapi tetap santun. Punya kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki akhlak, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada orang lain,” tambahnya.

Ia juga mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam mengawasi dan membina generasi muda. Menurutnya, pembinaan remaja membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama agar mereka memiliki lingkungan pergaulan yang sehat serta kegiatan yang terarah.

Momentum Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup V Kota Jambi yang berlangsung di GOR Kota Baru, Jumat (30/10/2026), menjadi salah satu bukti bahwa pencak silat memiliki ruang besar dalam pembinaan generasi muda. Kejuaraan yang diikuti sekitar 1.340 pesilat termasuk pemuda LDII Kota Jambi yang selalu berlatih di Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Kota Jambi. Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah menyalurkan bakat, mengukur kemampuan, dan membangun semangat sportivitas.

Hasan Basri berharap, semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni pencak silat dan bergabung dalam kegiatan pembinaan di berbagai perguruan. Dengan demikian, mereka memiliki kesibukan yang bermanfaat, kesempatan mengembangkan prestasi, sekaligus lingkungan pergaulan yang lebih positif.

“Harapan kita, anak-anak muda jangan sampai kehilangan arah. Berikan mereka ruang untuk berkembang, dampingi, dan arahkan bakatnya. Kalau mereka memiliki kegiatan yang positif, dibina dengan baik, serta mendapatkan perhatian dari orang tua dan lingkungan, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan membanggakan,” tutupnya.

Baginya, keberhasilan pembinaan generasi muda bukan semata-mata diukur dari banyaknya medali yang diraih dalam pertandingan, melainkan juga dari lahirnya pribadi-pribadi yang disiplin, berakhlak baik, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *