
Muaro Jambi (30/10). Memanfaatkan momentum Jumat berkah, Pimpinan Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo, Ustaz Zainal Nuraidin, S.Pd., Gr., memberikan arahan dan motivasi kepada puluhan santri setelah pelaksanaan salat Subuh, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo, Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, tersebut menekankan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu, meningkatkan ibadah, serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Dalam arahannya, Ustaz Zainal mengingatkan para santri agar senantiasa bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran dan pembinaan agama di pondok pesantren. Menurutnya, menuntut ilmu agama bukan sekadar rutinitas harian, melainkan bagian dari ibadah dan upaya menjalankan perintah Allah.
“Kalian semua harus bersemangat dalam mencari ilmu di pondok. Ini adalah kegiatan ibadah, kegiatan dalam menjalankan urusan agama Allah. Ingatlah betapa besar pahala bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam urusan agamanya Allah,” pesannya kepada para santri.
Pria yang juga menjabat sebagai Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPW LDII Provinsi Jambi itu juga mengingatkan bahwa setiap usaha yang dilakukan dalam menuntut ilmu dan menjalankan ibadah hendaknya dilandasi niat yang tulus. Bahkan, hal-hal sederhana yang menyertai perjuangan seseorang di jalan Allah, menurutnya, patut menjadi pengingat akan besarnya nilai pengabdian dalam kehidupan seorang muslim.

“Debu yang menempel pada badan kita saat berada di jalan Allah akan menjadi saksi kita di akhirat nanti,” tuturnya, memotivasi para santri agar tidak mudah mengeluh ketika menghadapi kesulitan selama menimba ilmu.
Lebih lanjut, Ustaz Zainal mengajak para santri untuk menjaga semangat beribadah dan tidak terlena dengan kenyamanan. Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat merupakan tujuan yang perlu dipersiapkan sejak dini. Menurutnya, sikap malas dalam beribadah dapat membuat seseorang melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya, termasuk harapan untuk memperoleh surga dan terhindar dari neraka.
“Ketika seseorang bermalas-malasan dalam beribadah, mungkin ia sudah tidak ingat lagi kematian, surga, dan neraka. Kita hidup di dunia ini, apa pun yang kita lakukan, pada akhirnya kita ingin masuk surga dan selamat dari neraka,” ujarnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa cita-cita memperoleh kebahagiaan akhirat harus diwujudkan melalui kesungguhan, kedisiplinan, dan kerja keras dalam menjalankan kebaikan. Para santri diharapkan tidak hanya rajin mengikuti kegiatan pondok, tetapi juga mampu menjaga konsistensi dalam belajar, beribadah, dan memperbaiki akhlak.
“Surga itu tidak didapatkan dengan santai-santai. Surga diraih dengan bersungguh-sungguh dan bekerja keras. Ihris ‘ala ma yanfa‘uka wa la ta‘jiz, bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan janganlah bermalas-malasan,” tegasnya.

Arahan selepas salat Subuh tersebut menjadi pengingat bagi para santri bahwa kesempatan menuntut ilmu di pondok pesantren merupakan amanah yang perlu dijalani dengan penuh tanggung jawab. Semangat belajar, ketekunan beribadah, dan pembiasaan akhlak yang baik diharapkan menjadi bekal bagi para santri dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.
Melalui pembinaan rutin seperti ini, Pondok Pesantren Tawakkal Sebapo terus mendorong para santri untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, memperkuat pemahaman agama, serta menumbuhkan kesadaran bahwa keberhasilan tidak dapat diraih tanpa kesungguhan dan istiqamah dalam berbuat kebaikan.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi