Tanamkan 29 Karakter Luhur, Santri Ponpes Tawakal Sebapo Kompak Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Kota Jambi (9/10). Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan para santri Pondok Pesantren Tawakal Sebapo melalui kegiatan gotong royong pada Jumat (9/10/2026). Puluhan santri putra bersama guru pembimbing dan Ketua Pondok Pesantren Tawakal Sebapo, Ustaz Zainal Nuraidin, S.Pd.Gr., turun langsung membersihkan lingkungan pondok di Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Ustaz Zainal menjelaskan, kegiatan ini tidak sekadar bertujuan menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan pesantren, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi para santri. Melalui kegiatan bersama tersebut, para santri diajak membiasakan diri menerapkan nilai-nilai 29 karakter luhur Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), terutama kemandirian, kerukunan, kekompakan, dan kerja sama yang baik.

“Kegiatan gotong royong ini bukan hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan pondok, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter santri. Kami ingin membiasakan mereka agar memiliki rasa tanggung jawab, mandiri, rukun, kompak, dan mampu bekerja sama dengan baik. Harapannya, kebiasaan positif ini tidak hanya diterapkan di pondok, tetapi juga dibawa ketika mereka terjun ke tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, para santri berbagi tugas membersihkan halaman dan area sekitar pondok. Selain mengumpulkan sampah serta merapikan lingkungan, gotong royong kali ini juga difokuskan pada pemindahan sisa material bangunan yang masih berserakan, seperti kerikil, pasir, dan batu bata.

Pemindahan material tersebut dilakukan agar lingkungan pondok lebih tertata, bersih, dan nyaman untuk mendukung aktivitas belajar maupun kegiatan sehari-hari para santri. Dengan bekerja bersama, pekerjaan yang cukup berat dapat diselesaikan secara lebih ringan dan efisien.

Salah satu guru pembimbing, Zaidan, turut mendampingi kegiatan tersebut. Ia berperan dalam mengarahkan santri agar melaksanakan tugas dengan tertib serta mengutamakan kerja sama selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, para santri mengikuti kegiatan gotong royong dengan semangat. Mereka bersama-sama membersihkan halaman dan memindahkan sisa material bangunan yang masih berserakan. Melalui kegiatan seperti ini, santri belajar bahwa pekerjaan akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama. Kami berharap kekompakan dan kepedulian mereka terhadap lingkungan terus tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari,” terang Zaidan.

Gotong royong menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter di lingkungan pesantren. Para santri tidak hanya memperoleh pembelajaran melalui kegiatan mengaji dan pembinaan di kelas, tetapi juga melalui praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan menjaga kebersihan, membantu sesama, dan menyelesaikan pekerjaan bersama merupakan bentuk pembelajaran yang dapat membangun tanggung jawab serta kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, para santri juga belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pengurus pondok. Sikap mandiri dan kesediaan membantu sesama diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang terus diterapkan, baik selama berada di pesantren maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan gotong royong tersebut sekaligus mempererat hubungan antara santri, guru pembimbing, dan pengurus pondok. Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menciptakan suasana pesantren yang rukun, kompak, dan nyaman sebagai tempat menuntut ilmu serta membentuk generasi yang berakhlak baik.

Pondok Pesantren Tawakal Sebapo berharap pembiasaan kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, nilai-nilai 29 karakter luhur LDII tidak hanya dipahami sebagai materi pembinaan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *