Gotong Royong Warga Warnai Pengecoran Dak Kamar Guru Ngaji Masjid Nurul Ikhsan

Sarolangun (8/10). Semangat gotong royong warga terlihat dalam proses pembangunan sarana pendukung kegiatan keagamaan di Masjid Nurul Ikhsan, Desa Pasar Singkut, Kabupaten Sarolangun. Warga bersama para pekerja bahu-membahu melakukan pengecoran dak lantai 3 yang menjadi bagian dari pembangunan kamar guru ngaji.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan warga LDII Desa Pasar Singkut. Sejumlah warga turut terlibat langsung dalam proses pengecoran, mulai dari menyiapkan material hingga mengerjakan pengecoran secara bersama-sama.

Di tengah aktivitas pembangunan, suasana kebersamaan tampak mewarnai setiap proses pekerjaan. Warga saling membantu agar pengecoran dapat berjalan lancar dan diselesaikan sesuai target.

Koordinator tukang, Kusnan, S.Pd.I., mengatakan gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan tersebut. Menurutnya, pembangunan kamar guru ngaji memiliki arti penting karena fasilitas tersebut nantinya dapat mendukung aktivitas para guru dalam menjalankan kegiatan pembinaan keagamaan.

“Pembangunan ini merupakan ikhtiar bersama. Karena itu, kami mengerjakannya dengan semangat bahu-membahu. Insyaallah, dengan kekompakan, pekerjaan yang berat akan terasa ringan. Kami berharap pembangunan kamar guru ngaji ini nantinya dapat memberikan manfaat dan mendukung kelancaran kegiatan pembinaan generasi muda,” ujar Kusnan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan, baik melalui tenaga, waktu maupun pikiran selama proses pembangunan berlangsung.

Menurut Kusnan, nilai penting dari kegiatan tersebut tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada tumbuhnya kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya hasil bangunannya, tetapi juga nilai kebersamaan yang tumbuh selama proses pengerjaan. Semoga semangat gotong royong seperti ini terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam membangun lingkungan yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PAC LDII Desa Pasar Singkut, Cecep Sobani, mengapresiasi partisipasi warga yang turut bergotong royong dalam proses pembangunan.

Ia menilai keberadaan fasilitas bagi guru ngaji merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan pembinaan keagamaan. Para guru ngaji memiliki peran strategis dalam memberikan pembelajaran, membentuk karakter, serta mendampingi generasi muda agar memiliki bekal ilmu dan akhlak yang baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah ikut bergotong royong. Kebersamaan seperti ini merupakan modal besar dalam menyelesaikan pembangunan. Semoga setiap tenaga, waktu, dan bantuan yang diberikan menjadi amal kebaikan serta mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” tutur Cecep.

Cecep berharap proses pembangunan dapat terus berjalan lancar hingga selesai dan fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan para guru ngaji.

“Semoga pembangunan kamar guru ngaji ini segera rampung dan memberikan manfaat jangka panjang. Kami juga berharap semangat kepedulian dan gotong royong warga PAC LDII Desa Pasar Singkut semakin kuat, sehingga berbagai program pembinaan dan kegiatan keagamaan dapat berjalan semakin baik,” pungkasnya.

Pengecoran dak lantai 3 Masjid Nurul Ikhsan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan fasilitas keagamaan tidak hanya membutuhkan dukungan material, tetapi juga kepedulian dan partisipasi masyarakat.

Semangat bahu-membahu yang ditunjukkan warga menjadi modal sosial dalam mewujudkan fasilitas yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kegiatan pembinaan keagamaan sekaligus mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus. (Ksn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *