Hangatnya Tasyakuran Aqiqah Cucu H. Sukarno, Pesan Anak Saleh Jadi Bekal hingga Akhirat

Kota Jambi (7/10). Suasana penuh syukur dan kekeluargaan mewarnai tasyakuran aqiqah atas kelahiran Atharrazka Yodhha Firdaus bin Andrian Firdaus, cucu Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Jambi, H. Sukarno, S.Ip. Kegiatan tersebut digelar di kediaman H. Sukarno di Kelurahan Payo Selincah, Kota Jambi, Minggu (4/10/2026).

Atharrazka merupakan anak pertama pasangan Praka Andrian Firdaus dan Priyanti, S.Kom. Acara tasyakuran tersebut dihadiri keluarga, kerabat, serta sejumlah tokoh dan undangan. Di antaranya Komandan Korem 042/Gapu, Brigjen TNI Nyamin, S.Ip., M.M., serta Kasi Intel Korem, Kolonel Infanteri Ali Cahyono, S.Kom., M.Tr.Han., beserta istri.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Jambi, H. Achiyar Rosidi, S.Sy., menyampaikan tausiyah yang mengajak keluarga dan para tamu undangan untuk menjadikan momentum aqiqah sebagai sarana meningkatkan rasa syukur sekaligus mengingat kembali pentingnya mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

Achiyar mengingatkan bahwa kehidupan manusia di dunia pada akhirnya akan berakhir. Ketika seseorang meninggal dunia, amalnya akan terputus, kecuali beberapa amal yang pahalanya tetap mengalir.

“Ketika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan atau memohonkan ampunan bagi orang tuanya,” ujar Achiyar dalam tausiyahnya.

Menurutnya, kehadiran seorang anak bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi orang tua dan keluarga, tetapi juga merupakan amanah yang harus dipelihara dan dididik dengan baik. Karena itu, momentum aqiqah hendaknya menjadi pengingat bagi orang tua dan keluarga untuk memberikan pendidikan agama, keteladanan, serta lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang anak.

Ia menekankan, anak saleh tidak lahir begitu saja. Diperlukan proses panjang melalui pendidikan, pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, serta keteladanan dari orang tua dan keluarga.

“Anak adalah amanah. Tugas orang tua bukan hanya memenuhi kebutuhan duniawinya, tetapi juga membekali dengan ilmu agama dan akhlak. Harapannya, kelak anak tersebut menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, dan menjadi sebab mengalirnya amal kebaikan bagi keluarga,” tuturnya.

Tasyakuran aqiqah tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kehadiran sejumlah pejabat dan tokoh di tengah keluarga besar H. Sukarno turut mempererat tali silaturahmi serta menjadi bagian dari doa bersama bagi Atharrazka agar tumbuh menjadi anak yang sehat, saleh, berbakti kepada orang tua, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi keluarga besar H. Sukarno, tasyakuran tersebut bukan sekadar rangkaian tradisi setelah kelahiran seorang anak. Lebih dari itu, kegiatan menjadi momentum untuk mensyukuri nikmat Allah SWT sekaligus meneguhkan komitmen keluarga dalam mendidik generasi penerus dengan nilai agama dan akhlak.

Melalui momentum aqiqah tersebut, keluarga berharap Atharrazka Yodhha Firdaus dapat tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, mendapatkan pendidikan yang baik, serta kelak menjadi generasi yang membawa kebaikan bagi keluarga, agama, dan masyarakat. (Ilm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *