Dari Tahfiz hingga Dai Cilik, LDII Pelepat dan Pelepat Ilir Cetak Generasi Saleh

Bungo (22/9). Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pelepat dan Pelepat Ilir menggelar Festival Anak Sholeh (FAS) di Aula Masjid Al-Falah, Dusun Purwasari, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Minggu (20/9). Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan generasi muda yang berkarakter luhur, berakhlak mulia, berilmu, dan mandiri.

Festival yang diikuti ratusan peserta dari jenjang PAUD, SD, dan SMP itu berlangsung meriah. Berbagai lomba digelar untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap nilai-nilai Islam, antara lain praktik perawatan jenazah, hafalan doa, membaca Al-Qur’an, tahfiz, praktik salat, azan, mewarnai, dai cilik, Pasanggiri PERSINAS ASAD, dan cerdas cermat.

Dalam sambutannya, Dewan Penasihat PC LDII Pelepat Ilir, Abdul Somad, menekankan pentingnya pembinaan karakter sejak dini.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi penerus yang kokoh imannya dan siap menghadapi tantangan zaman. Ini bukan hanya mencari juara, tetapi juga evaluasi sejauh mana para pengajar berhasil mendidik anak-anak mereka. Semoga acara ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mendidik anak-anak menjadi generasi saleh dan saleha,” ujarnya.

Abdul Somad juga mengapresiasi dedikasi panitia yang telah menyelenggarakan acara dengan baik. Ia menegaskan, LDII berkomitmen mendukung kegiatan yang berkontribusi pada pembinaan moral dan spiritual masyarakat, khususnya di Kecamatan Pelepat dan Pelepat Ilir.

Sementara itu, Ketua PC LDII Pelepat, Hendra, dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Anak Sholeh merupakan program unggulan yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak peserta. Ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mencetak generasi emas yang saleh dan saleha,” tuturnya.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Juara umum diraih Generus PAC Tembesi. Festival ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam membangun generasi berkarakter luhur yang memahami dan mempraktikkan 29 karakter mulia. (Bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *