Makmurkan Malam Ramadan, Warga LDII Bahar Utara Padati Masjid untuk Tadarus Al Qur’an

Muaro Jambi (21/2). Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi warga LDII Desa Bahar Mulya, Kecamatan Bahar Utara, untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat tali silaturahmi. Setiap malam, Masjid Baitul A’la yang terletak di jantung desa itu berubah menjadi pusat kegiatan keagamaan yang hidup.

Seperti yang terlihat pada Sabtu (21/2) malam, puluhan warga dari berbagai kalangan usia tampak antusias mengisi malam-malam berkah, dimulai sejak waktu berbuka puasa hingga menjelang dini hari.

Suasana khas Ramadan begitu terasa di masjid tersebut. Setelah berbuka puasa bersama dengan menu sederhana namun penuh kebersamaan, jamaah segera bersiap melaksanakan Sholat Isya dan Tarawih berjamaah. Namun, kegiatan tidak berhenti di situ. Begitu sholat tarawih usai, para jamaah tetap bertahan di masjid untuk mengikuti agenda Asrama Kajian Khotbah dan Tadarus Al-Quran, sebuah program pembinaan yang berlangsung setiap malam selama bulan Ramadan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ustaz Faqih, seorang tokoh agama yang juga menjadi pembina di wilayah tersebut. Dengan sabar dan telaten, ia membimbing jamaah dalam dua fokus utama. Pertama, melatih teknik penyampaian khotbah yang baik dan santun, dan kedua, menyimak serta membenarkan bacaan Al-Quran para jamaah dalam tadarus bersama.

“Tujuan utama dari Asrama Himpunan Khotbah ini adalah mencetak kader-kader dai yang mampu menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang santun, runtut, dan mudah dipahami masyarakat. Kami ingin warga LDII tidak hanya pandai membaca Al-Quran, tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan ilmunya kepada orang lain,” jelas Ustaz Faqih di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, antusiasme warga tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding Ramadan sebelumnya. “Semangat warga tahun ini luar biasa. Meski seharian bekerja di kebun atau beraktivitas mencari nafkah, mereka tetap istiqomah meluangkan waktu di masjid hingga malam untuk belajar khotbah dan tadarus. Ini adalah bentuk pengabdian kita kepada Allah di bulan yang mulia ini,” ujarnya dengan nada bangga.

Kegiatan tadarus bersama di Masjid Baitul A’la memang dirancang untuk mengejar target khataman Al-Quran selama bulan Ramadan. Dengan sistem setoran dan saling menyimak, setiap jamaah diwajibkan membaca beberapa juz setiap malam. Suara lantunan ayat suci yang bergantian menciptakan atmosfer religius yang begitu kental, seakan menghidupkan kembali tradisi Ramadan di masa Rasulullah.

Tak hanya soal ibadah individual, kegiatan malam di masjid ini juga menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga. Duduk bersama dalam lingkaran tadarus, saling menyimak bacaan, dan diskusi ringan seusai kegiatan membuat hubungan kekeluargaan di antara jamaah semakin erat.

“Ramadan adalah bulan Al-Quran, bulan diturunkannya petunjuk bagi umat manusia. Maka sudah sepatutnya kita memanfaatkan setiap malamnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Suasana di Masjid Baitul A’la ini membuktikan bahwa syiar Islam di pelosok Bahar Utara tetap hidup dan berkembang,” pungkas Ustad Faqih.

Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, warga LDII Desa Bahar Mulya terus mengukir prestasi ibadah di bulan yang penuh ampunan ini. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghalang untuk meraih predikat takwa, selama tekad dan kebersamaan terus dipupuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *