
Kota Jambi (21/2). Memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Jambi Selatan menggagas program peningkatan kapasitas imam sholat dan khatib melalui kegiatan Asrama Khotbah. Program yang berlangsung selama 20 hari penuh di bulan Ramadhan ini diadakan secara hybrid, memadukan metode daring dan luring, dan menjangkau empat masjid binaan di wilayah Jambi Selatan.
Keempat masjid yang menjadi pusat kegiatan tersebut meliputi Masjid Al Barokah Pasir Putih sebagai pusat kegiatan, Masjid Al Manshurin, Masjid Annur, dan Musholla Tawakkal. Inisiatif ini lahir dari keprihatinan akan pentingnya kualitas khutbah yang tidak hanya sah secara syariat, namun juga relevan dan menyentuh kebutuhan jamaah masa kini.
Ketua PC LDII Jambi Selatan, H. Ferry Widodo, saat ditemui di sela-sela pembukaan kegiatan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan dakwah di era modern.
“Kami ingin para khatib dan imam tidak hanya mahir dalam aspek fiqih, tetapi juga memiliki wawasan luas dan kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang menarik. Ramadhan adalah madrasah terbaik untuk melatih itu semua, karena intensitas ibadah dan pertemuan jamaah meningkat,” ujarnya.

Ferry menambahkan, metode hybrid dipilih untuk mengakomodasi para peserta yang memiliki kesibukan berbeda. “Materi-materi dasar dan pembekalan teori kami sampaikan secara daring melalui aplikasi konferensi video. Sementara untuk praktik khutbah, muhasabah, dan simulasi menjadi imam, kami lakukan secara luring bergiliran di keempat masjid. Ini memastikan setiap calon khatib mendapatkan pengalaman langsung di hadapan jamaah riil,” jelas pria yang akrab disapa Ferry tersebut.
Salah satu pengurus masjid yang terlibat aktif, Sopian Achrin Trirtana, S.Pd., mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, keberagaman lokasi pelatihan memberikan warna tersendiri bagi para peserta.
“Setiap masjid memiliki karakteristik jamaah yang berbeda. Dengan berpindah tempat, para khatib belajar untuk beradaptasi. Ini pengalaman berharga agar mereka tidak kaku. Di Masjid Al Barokah misalnya, jamaahnya heterogen dari berbagai latar belakang usia, sehingga khatib dituntut untuk bisa menyampaikan materi dengan bahasa arab yang inklusif,” tutur Supyan.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam penyampaian materi khutbah. “Harapan kami sederhana namun besar, agar semua khatib bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan yang terpenting, materi khotbah tidak monoton. Jangan sampai jamaah merasa bosan atau materi yang disampaikan itu-itu saja dari tahun ke tahun. Kami ingin khutbah Ramadhan tahun ini menjadi bahan renungan yang membekas dan memotivasi perubahan perilaku,” imbuhnya.

Kehadiran program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar, termasuk para tokoh setempat. Muhammad Muslih, selaku Ketua RT setempat, mengaku terkesan dengan inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi internal jamaah LDII, tetapi juga bagi warga sekitar masjid.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Asrama Khotbah ini. Ini nilai positif sekali. Biasanya kita dengar khutbah, kita terima saja. Sekarang, para khatib ini benar-benar dilatih untuk memberikan yang terbaik. Saya lihat mereka serius, mulai dari belajar intonasi suara, pemilihan ayat, sampai cara menyapa jamaah. Ini bagus untuk kerukunan dan tentu saja menambah semangat kami sebagai jamaah untuk datang ke masjid,” kata Muslih.
Selama 20 hari ke depan, para peserta akan dibekali berbagai materi, mulai dari teknik public speaking Islami, pemahaman materi dalam khutbah, hingga penyusunan naskah khotbah yang kontekstual dengan isu-isu kekinian. Para peserta juga akan mendapatkan bimbingan langsung dari para mubaligh senior di lingkungan LDII Jambi Selatan.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi