Sarolangun (14/2) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) menggelar pengajian rutin bulanan khusus bagi para guru ngaji se-Kabupaten Sarolangun. Kegiatan ini difokuskan pada pembekalan materi Kitabul Khotbah sebagai bekal dakwah dan pembinaan umat selama Ramadan.
Pengajian berlangsung selama dua hari, dimulai setelah Salat Jumat hingga Sabtu sore, 13–14 Februari 2026, bertempat di Masjid Nurussalam, Kelurahan Sukasari RT 11, Kecamatan Sarolangun.
Kegiatan dibuka oleh Ustaz Agung Mulia Saputra yang menegaskan pentingnya pembinaan intensif sebelum memasuki Ramadan. Ia menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan hasil musyawarah bersama agar para guru ngaji memiliki tambahan materi yang bisa langsung diterapkan di wilayah masing-masing.
“Sesuai hasil musyawarah, sebelum puasa kita adakan pengajian khusus guru ngaji dengan materi Kitabul Khotbah, agar para guru ngaji mendapatkan tambahan ilmu yang dapat diimplementasikan di daerahnya masing-masing,” ujar Ustaz Agung.
Ia menambahkan, materi kali ini difokuskan pada pembahasan seputar puasa, Salat Tarawih, serta zakat fitrah dan zakat mal. Ketiga materi tersebut dipilih karena akan langsung dipraktikkan saat Ramadan.
“Pembahasan tentang puasa, Salat Tarawih hingga zakat fitrah menjadi fokus kita, karena bisa langsung dilaksanakan ketika bulan Ramadan nanti,” tambahnya.
Materi Kitabul Khotbah disampaikan secara bergantian oleh dua pemateri, yakni Ustaz Hariyono dan Ustaz Irvan Rizaldi. Keduanya menyampaikan materi secara rinci dan sistematis, sehingga mudah dipahami oleh para peserta.
Dalam penyampaiannya, Ustaz Irvan menegaskan bahwa puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
“Puasa Ramadan merupakan amalan wajib yang tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan yang dibenarkan. Maka kita perlu benar-benar memahami ketentuan dan hikmahnya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya Salat Tarawih yang dikerjakan secara berjamaah sebagai ladang amal jariyah yang besar pahalanya.
“Salat Tarawih harus kita kerjakan karena bisa menambah pahala. Oleh sebab itu, kesehatan dan kebugaran perlu kita jaga agar pelaksanaan puasa dan Tarawih berjalan sukses,” tambahnya.
Selain itu, pembahasan tentang zakat fitrah dan zakat mal juga menjadi perhatian serius. Zakat fitrah ditegaskan sebagai kewajiban setiap muslim, termasuk bayi yang lahir di bulan Ramadan, yang kewajibannya ditunaikan oleh orang tuanya.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Sarolangun berharap para guru ngaji semakin siap menyambut Ramadan dengan bekal ilmu yang matang, sehingga mampu membimbing masyarakat dalam menjalankan ibadah secara benar, khusyuk, dan penuh keberkahan.
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi
