
Sarolangun (28/10). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sarolangun menggelar pengajian khusus ibu-ibu secara daring pada Minggu malam (25/10/2026). Kegiatan ini diikuti ibu-ibu warga LDII dari berbagai wilayah di Kabupaten Sarolangun melalui studio mini masing-masing.
Pengajian tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman agama, khususnya mengenai pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga, memahami hak dan kewajiban suami istri, serta memperkuat peran orang tua dalam pembinaan anak.
Kegiatan diawali dengan kajian Al-Qur’an yang disampaikan Ustaz Muhammad Irvan Rizaldi pada pukul 20.00 hingga 20.30 WIB. Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga dengan menekankan pemahaman terhadap hak dan kewajiban suami istri sesuai tuntunan agama.
Menurut Ustaz Irvan, setiap rumah tangga tidak terlepas dari ujian dan cobaan. Namun, persoalan keluarga dapat dihadapi dengan lebih baik apabila suami dan istri saling memahami, menghargai, serta menjalankan tanggung jawab masing-masing.
“Dalam rumah tangga, pasti ada ujian dan cobaan. Namun, jika kita bisa saling memahami satu sama lain, kehidupan rumah tangga akan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan nasihat agama yang disampaikan Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Sarolangun, Arfiyudi Eka Saputra, S.E., M.E. Ia menguraikan sejumlah langkah untuk membangun keluarga yang harmonis dan romantis, di antaranya dengan menerima kekurangan pasangan, saling melengkapi, serta tidak mengabaikan tanggung jawab masing-masing.
Arfiyudi mengatakan bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, pasangan suami istri perlu membangun sikap saling menerima dan melengkapi agar kehidupan keluarga dapat berjalan dengan baik.
“Kita ini manusia biasa yang tidak bisa terlepas dari kekurangan. Karena itu, sebagai pasangan suami istri, kita harus saling mengisi dan menutupi kekurangan masing-masing sehingga kehidupan rumah tangga berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keharmonisan keluarga tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan pasangan. Suami dan istri perlu memahami sekaligus melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing agar tercipta hubungan yang seimbang dan saling mendukung.
“Kalau suami dan istri bisa memahami serta mempraktikkan hak dan kewajibannya, rumah tangga akan berjalan dengan baik. Namun, jika keduanya saling mengandalkan tanpa memahami tanggung jawab masing-masing, keharmonisan akan sulit terwujud,” jelasnya.
Selain membahas kehidupan rumah tangga, Arfiyudi mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial. Ia mengajak para ibu untuk lebih selektif dalam membagikan informasi maupun mengunggah konten, serta menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat dan berpotensi menimbulkan dampak negatif.

“Dalam bermedia sosial, kita harus bijak. Jangan asal mengunggah sesuatu yang tidak bermanfaat sehingga justru menimbulkan kemudaratan. Penggunaannya juga perlu dibatasi,” pesannya.
Lebih lanjut, ia mengajak para ibu untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta terbuka menerima nasihat dan masukan. Menurutnya, sikap saling menghargai dan menjaga komunikasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang harmonis.
Pada bagian akhir nasihatnya, Arfiyudi menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendidik dan membina anak, terutama dalam hal agama, pelaksanaan ibadah, akhlak, dan pergaulan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa anak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dibimbing bersama oleh kedua orang tua. Karena itu, pembinaan anak tidak boleh hanya dibebankan kepada salah satu pihak, melainkan menjadi tanggung jawab bersama suami dan istri.
“Dalam pembinaan anak, kita harus aktif memberikan arahan, terutama terkait agama, salat, dan pergaulannya. Anak merupakan amanah yang dititipkan Allah SWT kepada kita. Karena itu, pembinaan akhlak anak menjadi tanggung jawab bersama antara suami dan istri,” tutupnya.
Melalui pengajian rutin ini, DPD LDII Kabupaten Sarolangun berharap para ibu semakin memahami perannya dalam membangun keluarga yang harmonis, memperkuat pendidikan agama di lingkungan rumah tangga, serta mendampingi tumbuh kembang anak agar memiliki akhlak yang baik dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama. (Ali)
DPW LDII Provinsi Jambi Website Resmi DPW LDII Provinsi Jambi