Rakor Bimbingan Konseling DPD LDII Sarolangun Tekankan Pentingnya Pendampingan Generasi Muda

Sarolangun (19/9). Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sarolangun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bimbingan dan Konseling pada Jumat (18/9). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Sarolangun serta tim konselor.

Rakor digelar sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan peran bimbingan dan konseling di lingkungan LDII, khususnya dalam memberikan pendampingan psikologis, pembinaan karakter, serta penanganan berbagai persoalan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda maupun warga LDII.

Ketua DPD LDII Kabupaten Sarolangun, Duwi Saputra, S.E., M.E, menegaskan bahwa pendampingan terhadap generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur.

“Tantangan pembinaan generasi muda di era digital semakin kompleks. Karena itu, diperlukan sinergi antara konselor, orang tua, pengurus, dan seluruh unsur pembinaan agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat, bijak, dan solutif,” ujar Duwi.

Menurutnya, bimbingan dan konseling tidak hanya berfungsi ketika muncul persoalan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan dan pembentukan karakter generasi penerus.

Sementara itu, Konselor Abdul Qodir menyampaikan bahwa pendampingan perlu dilakukan dengan pendekatan yang terbuka, humanis, dan tetap berlandaskan nilai-nilai agama.

“Konseling bukan sekadar menyelesaikan masalah ketika sudah terjadi. Yang lebih penting adalah membangun komunikasi, mendengarkan dengan baik, memberikan pendampingan, serta membantu generasi muda menemukan solusi yang tepat tanpa merasa dihakimi,” jelas Qodir.

Ia menambahkan, keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pendampingan. Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua perlu terus dibangun agar berbagai persoalan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Sujono, selaku perwakilan dari orang tua menekankan pentingnya koordinasi antarpihak dalam menjalankan program bimbingan dan konseling.

“Program konseling akan berjalan maksimal apabila ada koordinasi yang baik antara pengurus, konselor, orang tua, dan unsur pembina generasi penerus. Dengan komunikasi yang terarah, persoalan dapat dipetakan dan ditindaklanjuti secara bersama,” ungkap Sujono.

Dalam rakor tersebut, peserta juga membahas sejumlah program kerja prioritas, di antaranya peningkatan kapasitas konselor, penyusunan modul pendampingan keluarga, penguatan komunikasi dengan orang tua, serta penyusunan pola penanganan masalah jamaah dengan pendekatan keagamaan dan psikologis.

Melalui Rakor Bimbingan dan Konseling tersebut, DPD LDII Kabupaten Sarolangun berharap fungsi pendampingan dapat semakin optimal, sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi penerus yang berakhlakul karimah, mandiri, berilmu, serta memiliki 29 Karakter Luhur sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman. (Ksn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *