LDII Jambi Ajak Warga Perbanyak Syukur di Tengah Kemarau dan Kabut Asap

Jambi (18/9). Di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jambi dan dampak kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat, Dewan Penasihat DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jambi, KH Nur Hamid Hadi, mengajak umat Islam untuk memperkuat rasa syukur dan kesabaran dalam menghadapi setiap cobaan yang diberikan Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan KH Nur Hamid dalam tausiyah ba’da Salat Jumat di Masjid Tawakkal, Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang diikuti jamaah dari berbagai kalangan itu berlangsung khidmat dan penuh perhatian.

Dalam tausiyahnya, KH Nur Hamid menyoroti kondisi kemarau yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah. Bahkan, beberapa sumur warga mulai mengalami kekeringan. Selain itu, kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi dalam beberapa waktu terakhir turut memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama gangguan pernapasan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa seorang muslim harus tetap bersyukur dalam segala keadaan. Menurutnya, sikap tersebut merupakan teladan yang dicontohkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW, salah satunya Umar bin Khattab.

“Ketika mendapatkan nikmat, Umar bin Khattab bersyukur. Ketika mendapatkan musibah pun beliau tetap bersyukur. Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa rasa syukur tidak hanya hadir saat senang, tetapi juga ketika menghadapi ujian,” ujar KH Nur Hamid.

Ia menjelaskan bahwa cobaan yang dihadapi masyarakat saat ini masih jauh lebih ringan dibandingkan musibah yang pernah dialami umat terdahulu. Pada masa tertentu, kata dia, kekeringan berkepanjangan menyebabkan banyak ternak mati dan masyarakat mengalami kesulitan pangan yang sangat berat.

“Alhamdulillah, meskipun saat ini kita menghadapi kemarau panjang dan kabut asap, kondisi yang kita alami belum sampai seperti yang dialami sebagian umat pada masa lalu. Karena itu, jangan sampai kita kehilangan rasa syukur kepada Allah SWT,” katanya.

KH Nur Hamid menegaskan bahwa memperbanyak syukur dan bersabar merupakan kunci agar setiap ujian yang datang bernilai ibadah dan pahala di sisi Allah SWT.

“Intinya, banyak-banyaklah bersyukur. Dengan rasa syukur dan kesabaran, insya Allah cobaan yang kita hadapi akan menjadi pahala dan meningkatkan keimanan kita,” tuturnya.

Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk tetap optimistis, memperkuat ibadah, serta menjaga kepedulian terhadap sesama di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *